Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,"Dalam surat itu, Presiden Biden menyatakan bahwa keputusan itu dibuat karena kontribusi Qatar untuk upaya AS di CENTCOM serta pentingnya mempererat kerja sama pertahanan dan keamanan antara kedua negara," kata pernyataan Gedung Putih seperti dikutip IRNA, Senin (31/1/2022).
"Doha akan menjadi sekutu utama non-NATO bagi Washington," kata Biden dalam pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Gedung Putih pada hari Senin.
"Saya memberi tahu Kongres bahwa saya akan menunjuk Qatar sebagai sekutu utama non-NATO untuk mencerminkan pentingnya hubungan kita. Saya pikir itu sudah lama tertunda," kata Biden dalam pertemuan itu.
Istilah sekutu non-NATO mengacu pada sekelompok mitra AS yang memiliki hubungan strategis dengan angkatan bersenjata mereka, tetapi bukan anggota aliansi militer Barat itu.
Washington mengklaim bahwa pemberian status ini akan membuat mereka menikmati keuntungan dari segi finansial dan militer. (RM)
342/